Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini Indonesia sedang demam jilbab. Banyak wanita yang dulunya tak berjilbab sekarang berbondong-bondong memakai jilbab. Tentu saja ini adalah hal bagus. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa jilbab adalah bagian dari agama dan tentu saja akan jadi hal yang sangat bagus saat seorang cewek memakai jilbab. Namun, yang jadi masalah adalah saat fashion justru menjadi musuh utama dari jilbab itu sendiri.

Tahu sendiri kan, saat ini banyak sekali cewek yang mampu membuat jilbab dengan berbagai macam kreasi. Dalam beberapa contoh, pasti ada salah satu dari kita yang dulunya kenal cewek biasa aja namun dia menjadi luar biasa cantik saat pakai jilbab. Nah, hal inilah yang justru menjadi pedang bermata dua dalam masalah berpakaian saat ini.

Berjilbab tentu saja bagus, tapi apakah perkembangan saat ini menguntungkan buat kampanye jilbab?

jilbab trendy fashion girl pop modern
Apa ini bagus buat budaya jilbab?

Yang menjadi masalah pertama dalam jilbab dan perkembangannya di Indonesia saat ini adalah bahwa banyak orang yang belum menyadari bahwa dari segi sosial, pertumbuhan pemakai jilbab saat ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, saat ini Indonesia menjadi negara yang bisa dibilang lebih Islami dibandingkan beberapa tahun lalu dalam segi kuantitas atau jumlah orang yang memakai jilbab, namun kuantitas biasanya tidak datang bersama kualitas.

Meskipun kuantitas para pemakainya naik, saat ini jilbab dianggap sebagai hal yang nggak sakral lagi. Kenapa? Ya, karena saking banyaknya yang memakai jilbab for the sake of kecantikan. Dalam beberapa sudut pandang, saat ini jilbab sudah tidak memiliki nilai teologis lagi. Jilbab sekarang tidak lebih dari sekadar elemen fashion, sama seperti celana atau baju.

Saat ini sejatinya jilbab memiliki fungsi yang sangat bertolak belakang dari fungsi aslinya.

jilbab girl fashion trendy
Bertentangan dengan fungsinya!

Meskipun saya pribadi bukanlah orang yang tahu menahu secara mendalam tentang hukum agama dalam berjilbab, satu hal yang bahkan bisa dilihat orang awam adalah bahwa banyak sekali wanita saat ini yang memakai jilbab demi terlihat lebih cantik. Meskipun saya sendiri adalah orang yang sangat awam dalam dunia perjilbaban, setahu saya jilbab digunakan untuk menghindarkan wanita dari nafsu pria. Nah, gimana mau terhindar kalau ceweknya malah jadi jauh lebih cantik?

Secara nalar sederhana, jilbab seharusnya membuat wanita lebih jelek dan lebih tidak bikin nafsu. Nah, sekarang, banyak cewek pakai jilbab malah jadi jauh lebih cantik dari aslinya. Apakah itu nggak ironis?

Bukannya melarang, hanya ingin mengembalikan jilbab kepada nilainya yang sejati.

girl jilbab nature field
Harus kembali ke nilai awalnya!

Jangan dikira tulisan ini adalah hasil dari pemikiran komunis atau liberal ya! Justru, dalam beberapa sisi, tulisan ini dibuat dengan tujuan memberikan sikap disiplin orang tua pada anaknya. Seperti yang sudah banyak diketahui, ada tipe orang tua disiplin dan orang tua yang menderita sindrom anak raja, dia menganggap anaknya adalah raja yang tak mungkin salah.

Menurut pandangan saya pribadi (sangat mungkin pandangan ini salah) saat ini orang Indonesia sedang kecanduan agama dan tidak bisa lagi melihat kesalahan yang ada dalam pengaplikasian agama. Tidak hanya dalam hal jilbab, saat ini banyak orang Indonesia yang berpikir bahwa ulama tak mungkin salah. Lah, apa ada jaminan manusia biasa tak bisa salah?

Jilbab adalah hal baik. Tidak ada perdebatan dalam hal itu. Yang jadi masalah adalah manusia yang mengaplikasikan ajaran itu tetap tidak akan lepas dari kesalahan. Jadi nggak masalah kalau kita mengkritik mereka. Bukannya mencela, tapi mengingatkan. Lagi-lagi menurut saya pribadi, kuantitas bukanlah hal yang harus kita kejar dalam ajaran teologi. Semua ajaran teologi adalah tentang kualitas. Lagi pula, meskipun umatnya hanya satu sekalipun, Tuhan akan tetap Tuhan, Dia nggak terus jadi bukan Tuhan hanya karena nggak ada yang menyembah.

Biarkan artikel ini menjadi pernyataan opisisi pada agama mayoritas di Indonesia. Bukan apa-apa, hanya saja kekuasaan absolut atau cinta yang dalam level mabuk kayak gini biasanya tidak berakhir dengan baik.

Komentar