Paradigma pemikiran terbalik sepertinya adalah sebuah istilah yang sangat pas untuk disematkan pada kebanyakan orang di bangsa ini. Banyak hal yang penting dianggap tak penting dan banyak hal yang tak penting dianggap penting luar biasa. Anehnya, hal ini sudah berlangsung berkali-kali namun orang Indonesia tak kunjung sembuh. Masih tetap nekat menggunakan hal yang nggak penting sebagai tolok ukur.

Salah satu hal yang seringkali digunakan sebagai tolok ukur adalah agama. Bagaimana mungkin mengukur sesuatu dengan barang yang sama sekali tak terlihat? Namun, begitulah Indonesia. Sesat pikirnya sudah sampai pada tahapan akut. Yang terakhir terjadi karena orang-orang sudah dibutakan dengan tolok ukur agama adalah kasus First Travel. Iya, kasus umroh murah yang berujung penggelapan dana, atau dalam bahasa kompeninya biasa disebut dengan embezzlement. Total penggelapan yang dilakukan oleh First Travel disinyalir mencapai angka ratusan miliar rupiah. Gila!

Umroh yang biasanya dipatok dengan harga diatas 20 juta rupiah, ditawarkan dengan harga di bawah 15 juta rupiah oleh First Travel.

first travel haji umroh islam agama indonesia jamaah
Nggak jelas nasibnya. Sumber: cdn1-a.production.vidio.static6.com

Standard-nya, umroh ditawarkan dengan harga antara 20 hingga 23 juta rupiah hampir di seluruh kota di Indonesia. Harga ini tentu saja adalah harga yang masuk akal mengingat harga tiket dan lamanya orang harus tinggal di Arab Saudi saat menjalankan umroh. Namun, tiba-tiba First Travel datang dengan harga yang berada jauh di bawah harga pasar. Alih-alih curiga, orang malah menganggap ini rezeki dari Allah. Mereka berbondong-bondong mendaftarkan diri. Hingga artikel ini keluar, disinyalir masih ada lebih dari 30 ribu orang yang belum diberangkatkan oleh First Travel.

Masih ada ribuan orang yang belum berangkat hingga sekarang. Heran, kok segampang ini orang ditipu.

first travel haji umroh islam agama indonesia jamaah
Jelas ditipu tapi masih percaya. Sumber: http://cdn.metrotvnews.com

Yang menjadi lucu adalah mudahnya orang Indonesia ini ketipu dengan hal-hal semacam ini. Dari segi perhitungan tiket saja kan mustahil umroh itu dilakukan dengan harga dibawah 15 juta. Kenapa orang kok bisa langsung percaya ya?

Bukannya menuduh sih, namun kasus ini adalah salah satu kasus yang membuktikan kalau sudah urusan dengan agama, mayoritas orang Indonesia sulit untuk diajak berlogika. Padahal manusia tanpa logika adalah manusia yang tidak wajib beragama. Itulah kenapa Allah tidak mewajibkan orang gila untuk menyembahnya.

Direktur utama First Travel hidup bak raja dengan uang hasil penggelapan. Terima?

first travel haji umroh islam agama indonesia jamaah
Sibuk liburan! Sumber: seword.com

Saat para calon jamaah deg-degan nunggu jadwal keberangkatan yang sudah hampir pasti tidak akan datang, direktur utama First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Devitasari Hasibuan malah enak-enakan plesir keliling dunia dengan uang hasil “penjarahan”. Mereka salah sih, tapi 50% kesalahan dalam kasus ini ditanggung oleh para jamaah yang mudah percaya sama orang hanya karena cowoknya hitam jidatnya atau ceweknya yang kemana-mana pakai jilbab.

Pemikiran dangkal macam ini adalah hal yang membuat para penipu mudah banget manfaatin orang Indonesia.

first travel haji umroh islam agama indonesia jamaah
Lihat orang berbusana alim langsung percaya. Sumber: http://www.harianindo.com

Agama Islam adalah soal menemukan keikhlasan tertinggi pada diri kita sendiri. Agama Islam bahkan tidak butuh tempat ibadah. Apa bedanya orang Islam dan penyembah berhala kalau untuk mencapai titik tertinggi ibadah saja kita harus berdesak-desakan sampai terinjak buat memegang sebuah batu. Kalau kata si teman tahanannya si Fahri di film Ayat-Ayat Cinta, “Islam itu sabar, ikhlas Fahri”. Dan, lalu semua orang Islam di Indonesia berlomba-lomba menghalalkan segala cara seperti orang gila hanya untuk memegang sebuah batu? Menyedihkan.

Bahkan, umroh masih dianggap setengah suci di Indonesia, yang beneran suci itu saat di depan nama ada imbuhan H. Imbuhan yang tidak ada dalam pelajaran bahasa Indonesia jenis apapun. Ya, begitulah orang Indonesia. Kalau sudah soal agama. Nalar sudah tidak dimainkan. Orang Indonesia adalah orang paling konyol dalam hal agama. Seperti seorang anak SMP yang bilang “Kamu bisa dewasa nggak sih?” pada pacarnya yang juga masih SMP. Iya, konyol.

Pendapat dari Casciscus kali ini pasti akan dianggap sebagai pendapat liberal. Tapi ya sudah lah. Memang harus ada satu bajingan untuk mengingatkan orang-orang bahwa penyakit paling berbahaya adalah mabuk, terutama mabuk agama dan kebenaran.

Komentar