Baru-baru ini ada kasus pemukulan anggota Polisi yang dilakukan oleh anggota TNI. Serda Novriandi Wira Sinaga merasa tidak terima saat ditilang padahal dia tidak mengenakan helm pada waktu itu. Jangankan mengakui kesalahan, Serda Novriandi Wira Sinaga malah melakukan pemukulan pada pada anggota Polantas bernama Bripda Yoga Vernando.

Kabarnya sih hal ini dipicu gangguan kejiwaan yang memang sudah agak lama diderita oleh Serda Novriandi Wira Sinaga. Namun, ini bukan kali pertama ada kabar negatif dari dua pilar negara ini. Sejak pembekuan AKABRI pada tahun 1999, TNI dan Polri memang sering terlibat bentrok. Dua pilar yang dulunya berada dalam satu wadah, AKABRI, kini harus berjalan sendiri dengan fungsi yang berbeda. Lalu, sebelum kasus Serda Novriandi Wira Sinaga ini, kasus bentrokan apa saja sih yang sudah pernah terjadi antara TNI dan Polri? Langsung simak aja yuk ulasan dari Casciscus berikut ini!

Kasus bentrok di Martapura. Satu anggota TNI ditembak oleh anggota Polri yang berakhir dengan penyerbuan Polres OKU oleh anggota TNI.

serda novriandi tni polri aparat negara
Bentrok di Mapolres Oku. Sumber: http://media.vivanews.com

Terjadi pada maret 2013, bentrokan ini mungkin adalah salah satu yang paling besar yang pernah terjadi hingga saat ini. Mapolres Ogan Komering Ulu. Tak hanya itu, setidaknya ada 3 kantor polisi besar lain yang dibakar di daerah Baturaja. Peristiwa ini mengakibatkan 4 Polisi luka, 70 motor hangus, 6 mobil hancur, 18 tahanan kabur. Konflik ini kabarnya disulut oleh tertembaknya anggota TNI. Kabarnya penembakan ini dilakukan oleh anggota Polisi Mapolres Ogan Komering Ulu.

Bentrok di barak Satuan Brimob Polda Kepri. Konon katanya ini masalah beking sih.

serda novriandi tni polri aparat negara
Masalah beking. Sumber: i.ytimg.com

Anggota TNI AD Yonif 134/TS Batam menyerbu Barak Teratai milik brimod Polda Kepri. Hal ini dipicu oleh tertembaknya anggota TNI pada saat penggerebekan penimbunan BBM ilegal yang dilindungi oleh anggota TNI. Dalam proses penggerebekan, 4 anggota TNI tertembak. Hal inilah yang memicu aksi balas dendam TNI AD Yonif 134/TS pada anggota Brimob Polda Riau yang memang membantu pada saat penggerebekan. Aksi beking-bekingan pengusaha ini sudah berlangsung sejak lama di Batam dan jika tidak ditangani, hal seperti ini pasti akan terulang lagi.

Bentrok di Semarang. Ratusan anggota TNI keroyok polis di markas satuan Brimob Semarang.

serda novriandi tni polri aparat negara
Bentrokan di Semarang. Sumber: tatic.simomot.com

Bentrokan ini terjadi di Markas Satuan Brimob Polda Jateng Detasemen A Pelopor Subden 2 di daerah Jalan Kumudasmoro Gisikdrono, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bentrokan memang sering tejadi di wilayah Semarang dan bentrokan ini bukan kali pertama. Sebelumnya pun pernah terjadi bentrokan antara anggota Brimob dan Anggota Penerbad TNI wilayah semarang. Pada bentrok kali ini terdengar beberapa suara tembakan meskipun tidak ada korban jiwa.

Ketiga bentrok di atas hanyalah sedikit contoh soal betapa ringkih-nya hubungan antara Polri dan TNI. Sejak dipisahkan pada tahun 1999, kedua penjaga keamanan bangsa ini seperti berusaha membuktikan bahwa mereka lebih baik dari lainnya. Polri ingin membuktikan kalau mereka berguna dan TNI ingin membuktikan kalau mereka adalah penjaga sejati bangsa ini. Penggabungan kembali memang bukan solusinya, namun setidaknya harus ada solusi segera supaya hal-hal semacam ini tak terjadi lagi di kemudian hari.

TNI dan Polri adalah dua instansi penting yang memang harus ada. Yang perlu diubah adalah mindset para anggotanya yang bisa dibilang memang masih agak kaku dan kuno. Sudah bukan saatnya lagi membuktikan siapa yang lebih kuat diantara kedua instansi tersebut karena perbandingannya tidak apple to apple. Keduanya memiliki tugas yang sangat berbeda.

Tapi syukurlah masalah yang disebabkan oleh Serda Novriandi Wira Sinaga kemarin tidak berakhir dengan bentrok antara anggota TNI dan Polri. Mungkin, memang kedua belah pihak saat ini sudah dewasa. Iya, memang sudah saatnya. Mereka sudah harus mandiri sejak dipisahkan 18 tahun silam.

Komentar