Plesiran ke Yogyakarta tanpa menikmati ragam kuliner yang ada, maka jelas akan ada kurangnya. Dan, jika selama ini Yogyakarta hanya identik dengan gudeg, bakmi Jawa, jadah tempe, atau bakpia maka mungkin perjalananmu akan terasa biasa saja. Sebab, nyatanya Yogyakarta punya ragam kuliner ekstrem yang akan memberikan sensasi baru pada lidahmu, nggak percaya?

Nah, untuk menjawab rasa ketidakpercayaanmu, di bawah ini Casciscus punya daftar kuliner ekstrem yang akan sayang untuk kamu lewatkan di Yogyakarta. Yuk, langsung simak ulasannya.

1. Sate landak.

sate landak plesir kuliner ekstrem
Sate landak. Sumber foto: KSMTour.com

Mungkin kamu agak heran ketika hewan berduri yang satu ini diolah menjadi makanan. Nyatanya, daging landak yang konon katanya bermanfaat untuk obat asma dan obat hati ini cukup banyak peminatnya. Tidak cuma itu, daging landak yang non kolesterol ini pun juga ampuh sebagai peningkat vitalitas dan daya tahan tubuh, lho.

Kalau kamu penasaran dengan sate landak, kamu bisa banget dapatkan ini di sekitar jalan Magelang. Kisaran harga yang ditawarkan juga cukup ramah di kantong kok. Kamu bisa menikmati 1 porsi sate landak dengan 12.500 rupiah saja, sedang sate hati dan rica-rica landak dihargai 15 ribu rupiah, dan rica-rica buntut seharga 20 ribu rupiah.

2. Swikee katak.

swikee katak kuliner ekstrem plesir
Swikee. Sumber foto: https://eduspictures.wordpress.com/

Swikee katak pun masuk dalam daftar kuliner ekstrem di Yogyakarta. Hewan katak yang disajikan oleh Warung Swikee Ny. Teguh ini disajikan dalam bentuk swikee semur, swikee saus tiram, swikee goreng tepung, dan beberapa menu lain. Jika kamu tertarik untuk menikmatinya, langsung saja datang ke warung tersebut yang berlokasi di depan Bank Mandiri, jalan Diponegoro, Yogyakarta. Warung ini pun buka dari pukul 18.00 sampai dengan 22.00 WIB.

3. Kuliner ekstrem kepompong ulat goreng.

Kepompong ulat jati goreng. Sumber foto: http://faisayongki16.blogspot.co.id/

Siapa kira hama ulat jati yang berjatuhan dari pohon jati saat musim hujan dijadikan bahan pangan oleh warga Gunungkidul. Nyatanya itu memang terjadi, warga yang tinggal di daerah pegunungan kapur tersebut pun seperti nggak ragu untuk memasaknya dengan terlebih dulu mengukus kepompong ulat tersebut. Cara lain yang dilakukan adalah dengan menggoreng langsung kepompong bersama dengan bumbu bawang putih dan garam.

Kalau kamu datang ke daerah Gunungkidul, maka kamu akan dengan mudah mendapatkannya, Guys. Dan, ada salah satu warung yang cukup terkenal lantaran itu menjadi langganannya Sri Sultan, yakni Warung Lesehan Pari Gogo (Mbak Jirak), Wonosari.

4. Belalang goreng atau bakar.

belalang goreng gunung kidul kuliner ekstrem
Belalang goreng khas Gunungkidul. Sumber foto: www.belalanggoreng.com

Selain kepompong ulat goreng, Gunungkidul juga terkenal dengan belalang goreng. Belalang yang dijual pun diolah dengan bumbu bacem, sehingga rasa yang dikeluarkan cenderung terasa manis. Dan, tidak hanya enak dijadikan lauk pauk, belalang tersebut pun juga nikmat untuk dijadikan camilan. Untuk dapat menikmatinya, kamu pun bisa membeli belalang goreng atau bakar tersebut dengan kisaran harga 10 sampai dengan 25 ribu rupiah.

5. Ular kobra.

snake cobra ular kobra imperial kitchen kuliner ekstrem
Sedapnya masakan olahan ular kobra. Sumber foto: santapjogja.com

Kalau kamu penggemar kuliner ekstrem sejati, maka jangan lewatkan menu-menu yang disajikan dari Kobra Imperial Kitchen. Ya, seperti namanya, resto yang berada di jalan Hayam Wuruk 19, Lempuyangwangi, Yogyakarta, ini menyajikan ragam olahan yang berbahan dasar dari daging ulang kobra.

Meski pada mulanya resto ini hanya menyajikan ramuan tradisional untuk pengobatan kanker yang berasal dari empedu dan sumsum ular, tapi kini Kobra Imperial Kitchen sudah menyajikan menu lainnya. Menu tersebut antara lain sup, sate, tongseng, tom yam, steak, hamburger, dan lain-lain. Kisaran harga yang ditawarkan pun cukup terjamah, lho, yakni berkisar 8 sampai 30 ribu rupiah.

6. Tongseng kelelawar dan tupai.

fried bat kelelawar goreng bantul kuliner ekstrem
Hm seperti apa ya rasanya? Sumber foto: jogjastudent.com

Bagi kamu kelelawar dan tupai mungkin bukan sesuatu yang lezat untuk disantap menjadi makanan. Namun, kenyataannya kedua hal tersebut tidak kalah enak untuk dinikmati. Kalau kamu ingin tahu bagaimana rasanya, coba untuk langsung datang ke sebuah warung yang berlokasi di jalan Bantul KM 5,5. Warung yang buka dari pukul 15.00-20.00 ini menyediakan tongseng kelelawar dengan harga 7 ribu rupiah dan tongseng tupai seharga 15 ribu rupiah.

7. Sate kuda.

sate kuda kuliner plesir kuliner ekstrem
Sate kuda. Sumber foto: https://commons.wikimedia.org/

Ternyata sate kuda memang cukup banyak peminatnya. Di Yogyakarta pun jelas kalau kamu bisa banget menikmati sate yang satu ini di warung Pak Kuntjoro. Dari berita yang beredar, warung Pak Kuntjoro tersebut merupakan perintis warung sate kuda di kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Ya, daripada berandai-andai bagaimana nikmatnya sate tersebut, mending langsung saja datang ke warung yang berlokasi di jalan Kranggan 64 A ini.

8. Telur kodok goreng.

frog egg telur kodok katak goreng bantul kuliner ekstrem
Ini yang akan digoreng. Sumber foto: photobucket.com

Percaya atau tidak tapi telur kodok goreng memang menjadi primadona dari kuliner ekstrem yang ada di Yogyakarta. Jadi, tak usah ragu untuk langsung saja datang ke Warung Swikee Pak Jenggot yang berada di Dukuh Prigiwetan, Desa Jogosetran, Kecamatan Kalikotes, Klaten. kamu tak perlu khawatir akan mual karena melihat bentuknya, karena di sana telur kodok tersebut dibalut dengan tepung. Selain digoreng, telur kodok juga serin diolah dalam sajian garang asem yang segar dan berkuah. Nyam!

Itu dia beberapa kuliner eksrtem yang akan sayang banget kamu lewatkan saat lagi plesiran di Yogyakarta. Ya, daripada penasaran mending kamu langsung coba saja nikmati bagaimana sensasinya.

Komentar