Siapa sih di antara kamu yang hari ini nggak “main” media sosial? Rasanya sebagian dari kamu akan menggelengkan kepala. Ya, dalam artian kalau memang media sosial menjadi salah satu teman bermain dalam keseharian. Dan mungkin kamu juga akan menyepakati kalau media sosial kemudian disamaratakan dengan sandang, pangan, dan papan. Yang artinya, media sosial seolah sudah menjadi kebutuhan utama, terlebih untuk menjalin sebuah komunikasi.

Jika kamu lantas bertanya kenapa, ya, alasannya jelas karena sudah pasti kalau kamu banyak memanfaatkan media sosial untuk menjalin kontak dan silaturahmi dengan orang lain. Bahkan, bukan nggak mungkin jika di antara kamu kemudian ada yang memulai sebuah hubungan dari sana.

Sebab dengan semua kecanggihan yang tersedia, siapapun dan apapun yang kamu cari bisa saja ditemui. Namun, dalam praktiknya tetap saja ada hal yang perlu dipikirkan, terlebih kalau itu berkaitan dengan perasaan. Sebelum pada akhirnya kamu dan dia menjadi “kita”, rasanya akan lebih baik kalau kamu memang memikirkannya lagi dengan matang. Pasalnya, hal-hal berikut ini bisa saja terjadi dan bukan nggak mungkin kalau kamu akan kecewa karenanya.

Kalau kamu memulai hanya karena tampilan fisik yang tersedia di media sosialnya, yakin dia akan serupa seperti kelihatannya?

media social couple love handphone media sosial
Yakin foto sama aslinya persis punya?

Jangankan untuk menjalin hubungan spesial, memilih berkenalan dengan teman baru di media sosial pasti ada “bumbu” untuk melihatnya dari tampilan yang kelihatan mata. Embel-embel lain yang ada pada dirinya, ya, anggaplah sebagai bonusnya. Nah, berangkat dari sebab itulah kamu perlu mulai memikirkannya dengan matang. Sebab, seberapa yakin sih kalau memang dia akan serupa seperti kelihatannya saat kamu mengajaknya bertemu?

Ya, di zaman yang canggih seperti sekarang ini, bukan nggak mungkin ‘kan kalau apa yang akan kamu temui nanti bisa jadi berbeda dari ekspektasimu. Oleh sebab itulah, kamu perlu belajar untuk nggak sebatas melihat seseorang dari tampilan fisiknya saja, terlebih kalau kamu punya tendensi lebih ke arah sana. Daripada keburu bawa perasaan alias baper karena pesonanya ternyata nggak sesuai realita, kan lebih baik kenal lebih jauh dulu baru bilang suka.

Seperti katanya, cinta datang karena terbiasa. Nah, kalau baru kenal terus…. Yakin itu cinta?

social media couple handphone love media sosial pacar
Yakin itu cinta?

Kamu pasti sudah sering dengar soal ungkapan yang mengatakan kalau cinta bisa datang karena terbiasa, artinya jelas kalau benih-benih rasa bisa saja tumbuh jika kamu dan dia terbiasa bersama-sama. Nah, kalau pertemuanmu yang singkat dengan dia dunia maya, atau bahkan kalian belum bertatap muka, tapi sudah membicarakan soal cinta hanya karena nyambung saat bercerita, apa itu bisa dikatakan cinta?

Ya, mungkin bagi kamu yang menjalaninya terasa sah-sah saja, tapi coba deh untuk memahami lebih jauh. Apa yakin kamu benar jatuh cinta atau semua terasa hanya karena kamu tengah merasa kesepian saja? Meski keduanya terlihat sangat berbeda, tapi sejatinya dua hal itu adalah hal yang sangat tipis pembedanya. Jadi, daripada kamu keburu dicap PHP lantaran terlalu cepat bilang cinta, lebih baik pastikan dulu suasana hatimu yang sebenarnya.

Meski nyambung dan nyaman sudah dirasa saat komunikasi via dunia maya, tapi apa yakin jika rasa itu bisa tahan lama?

social media couple handphone love
Yakin tahan lama?

Bukan nggak mungkin jika ada benih rasa yang bisa timbul setelah perkenalan di media sosial lantaran rasa nyambung dan nyaman saat menjalin komunikasi di sana. Namun, apa kamu yakin jika perasan itu bisa tahan lama? Yakin, rasa yang dengan cepat kamu rasa itu nggak akan berubah setelah kamu memutuskan untuk bertemu dengannya? Yakin kalau kamu akan tetap pada perasaan yang sama setelah kamu kian mengenalnya?

Jika kemudian kamu ragu akan pertanyaan tersebut, artinya memang kamu perlu memahami sesuatu. Kamu perlu paham jika perasaan yang baik adalah perasaan yang memberi waktu untuk saling memahami lebih jauh sebelum memutuskan bersatu. Itulah alasannya kenapa kemudian kamu nggak perlu buru-buru untuk memutuskan perasaanmu dengan dia yang dikenal lewat media sosial.

Kamu pun perlu ingat jika cara yang kamu gunakan untuk mendapatkan dia akan sama dengan caramu kehilangannya. Untuk itu, rasanya akan lebih baik kalau memang kamu beri “kita” waktu untuk saling mengenal lebih jauh, sebelum memutuskan menjalin hubungan dengan dia yang kamu kenal via media sosial.

Komentar