Mengambil Tema Sewindu Merayakan Rindu, Prambanan Jazz Festival 2022 Akan Digelar Secara Offline

0
114

Berita gembira datang dari dunia musik tanah air. Festival musik tahunan berskala internasional, Prambanan Jazz Festival (PJF) tahun ini akan digelar secara offline dengan mengambil tema ‘Sewindu Merayakan Rindu’. Prambanan Jazz sendiri pertama kali digelar pada 16 Oktober 2015 dengan memadukan festival musik jazz internasional dan magisnya warisan agung Candi Prambanan dari abad ke-9.

Di tahun 2022 ini, Prambanan Jazz Festival memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-8 direncanakan akan berlangsung tanggal 1-3 Juli 2022 di Lapangan Rama Shinta, Candi Prambanan, Yogyakarta dan digelar dengan konsep hybrid. Selain bisa menonton secara langsung di venue dengan penerapan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, PJF Lover juga bisa menyaksikan pagelaran secara live melalui saluran Indihome, UseeTV iKonser Channel 459 SD / 949 HD.

“Kemasan tema ‘Sewindu Merayakan Rindu’ ini menjadi penanda perayaan perjumpaan kami dengan PJF Lovers yang selama dua tahun lebih tidak bisa menyaksikan secara langsung Prambanan Jazz Festival,” kata Anas Syahrul Alimi, Founder Rajawali Indonesia & CEO Prambanan Jazz Festival.

Rajawali Indonesia selaku promotor dari Prambanan Jazz Festival akan menghadirkan musisi terbaik Indonesia yang datang dari tiga generasi, diantaranya; Andien, Bemandry, Diskoria, Iskandar Widjaya feat Erik Shondy, Kahitna, Kukuh Kudamai feat Ndarboy Genk, Kunto Aji, Mus Mujiono x Deddy Dhukun x Everyday, Orkes Sinten Remen, Maliq & D’Essentials, dan Langit Sore serta beberapa nama lain akan diumumkan di lain waktu.

Program baru di Prambanan Jazz kali ini akan ada mini stage yang menampilkan beberapa band atau musisi perwakilan dari beberapa komunitas jazz di Indonesia. Harapannya, panggung tersebut, selain sebagai perjumpaan pegiat jazz, menjadi dendang mula hadirnya talenta-talenta muda jazz di belantika pertunjukan musik Indonesia.

Di tahun ini pula, untuk kali pertama Prambanan Jazz memanfaatkan teknologi ekonomi digital terbarukan yang dikenal dengan sebutan non fungible token (NFT). Bernama “Prambanan Jazz NFT”, inilah bentuk upaya Prambanan Jazz Festival berselancar dengan teknologi terbaru dalam hal kepemilikan aset digital. Konsep ini bersandar pada teknologi blockchain yang menjadi pembuka era baru untuk para seniman dan musisi terkait dengan hak atas kekayaan intelektual.

Di titik ini, Prambanan Jazz Festival boleh dibilang menjadi pioner dalam pemanfaatan teknologi NFT di ranah festival musik Indonesia. Bukan saja sebagai kolektibel item, melainkan juga sebagai loyalty program yang memberikan manfaat eksklusif kepada para pemiliknya. Para pemilik “Prambanan Jazz NFT” otomatis menjadi tamu kehormatan Prambanan Jazz Festival yang salah satunya bisa digunakan untuk mendapatkan akses nonton gratis seumur hidup, gratis merchandise, bebas antre, meet and greet eksklusif dengan artis, serta posisi VVIP di area konser. “Prambanan Jazz NFT” bisa diakses dan didapatkan PJF Lovers di situs web nft.prambananjazz.com.

“’Prambanan Jazz NFT’ ini merupakan bentuk baru program loyalitas berbasis teknologi blockchain dan menjadi yang pertama di ranah festival musik Indonesia,” kata Robin Syihab, Direktur PT. TNT & Founder Rantai Nusantara Foundation.

Prambanan Jazz Festival 2022 kembali menghadirkan program ajang pencarian bakat seperti di Prambanan Jazz Virtual Festival 2021. Jika tahun lalu menyasar Kalimantan, tahun ini program pencarian bakat untuk tampil di Prambanan Jazz Festival 2022 menyasar area Jabodetabek dan Jawa Barat. “Kami berharap, Prambanan Jazz bisa menjadi wadah untuk musisi potensial untuk unjuk bakat sekaligus membantu memperkenalkan karya mereka lebih luas lagi,” pungkas Anas Syahrul Alimi.